Pintu Ampunan

Dari Anas ra berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: ‘Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam! Selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah lalu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam! Jikalau dosamu membumbung setinggi langit kemudian engkau memohon ampunan-Ku, pasti engkau Ku-ampuni. Wahai anak Adam! Andaikata engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, pasti Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

Kesempurnaan Iman

Dari Abu Muhammad Abdullah bin ‘Amru bin Al-‘Ash ra berkata, Rasulullah saw bersabda: ‘Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga hawa nafsunya tunduk patuh mengikuti apa yang telah aku bawa”. (Hadits shahih yang diriwayatkan di dalam kitab Hujjah yang disusun oleh Abu Al Fath Nashr Ibnu Ibrahim al Maqdisy dengan sanad shahih)

Hiduplah Laksana Orang Asing

Dari Ibn Umar ra, berkata, Rasulullah saw memegang bahuku lalu bersabda: “Jadilah engkau di dunia laksana orang asing atau orang yang menyeberangi jalan. Ibn Umar ra berkata: “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah engkau menunggu datangnya pagi; dan jika engkau berada di waktu pagi hari, maka janganlah engkau menunggu datangnya sore. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum datang matimu”. (HR. Bukhari)

Kesalahan Yang Diampuni

Dari Ibn Abbas ra berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa”. (Hadits hasan ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)

Wali Allah

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT berfirman: ‘Barangsiapa yang memusuhi para wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang kepadanya. Dan tidaklah hambaku mendekati-Ku (taqarrub) dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada apa yang telah Aku wajibkan. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekati Aku dengan ibadah sunah (nawafil), sehingga Aku mencintainya, maka ketika Aku telah mencintainya, niscaya Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Seandainya ia meminta kepada-Ku niscaya akan Aku berikan kepadanya, dan seandainya ia memohon perlindungan-Ku, pasti Aku akan melindunginya’.” (HR. Bukhari)

Kebaikan dan Keburukan

Dari Ibn Abbas ra meriwayatkan dari Rasulullah saw mengenai apa yang beliau ceritakan dari Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan keduanya. Barangsiapa hendak melakukan kebaikan dan dia tidak jadi melakukannya, Allah akan mencatat disisi-Nya satu kebaikan yang sempurna. Dan bila ia hendak melakukan kebaikan dan benar-benar melakukannya, niscaya Allah akan mencatat di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan berlipat ganda banyaknya. Dan jika ia hendak melakukan keburukan dan kemudian tidak jadi melakukannya, Allah akan mencatat di sisi-Nya satu kebaikan dan jika ia hendak melakukan keburukan kemudian benar-benar melakukannya, maka Allah akan mencatat di sisi-Nya satu keburukan saja. (HR. Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahih mereka).

Menolong Mukmin

Dari Abu Hurairah ra berkata, Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang membebaskan seorang mukmin dari kesempitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesempitan di hari kiamat. Barangsiapa yang memberi kemudahan kepada seseorang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba-Nya tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah (masjid), membaca Kitab Allah dan mempelajarinya, niscaya turun kepada mereka ketenteraman, rahmat meliputi mereka, para Malaikat berkerumun disekelilingnya dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa amalnya selalu terlambat (kurang), maka nasab-nya tidak akan dapat menyempurnakannya”. (HR. Muslim, dengan lafadz seperti ini)