Doa Berlindung Dari Kekikiran dan Fitnah

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. :

Rasulullah Saw berdoa kepada Allah ; “ya Allah! aku berlindung kepadamu dari kekikiran, dari kemalasan, dari kepikunan, dari azab kubur, dari fitnah Dajjal, dan dari fitnah hidup dan mati”

(A uu’dzubika minal bukhli wal kasali, wa ardzalil umuri, wa a’dzaabil kubri, wa fitnatid dajjaali, wa fitnatil mahyaa wal mamaati) [HR Bukhari]

Doa Berlindung Dari Fitnah

Dari Anas bin Malik ra., Rosulullaah Saw. berdo’a kpd Allaah Swt.: “Ya Allaah, aku berlindung kepada-Mu dari kekikiran, dari kemalasan, dari kepikunan, dari azab kubur, dari fitnah Dajjal, dan dari fitnah hidup dan mati.” [HR. Bukhori]

Tetap Memuji Allah Ketika Diuji

Berkata Abul Asy’ats Ash-Shan’aani ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Sekiranya Aku uji salah seorang hamba-Ku yang mu’min, lalu ia memuji-Ku atas apa yang telah Aku ujikan itu (niscaya Aku akan perintahkan kepada Malaikat-Ku agar) berilah pahala yang bersambungan baginya, sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan”. (HR. Ahmad dan Thabrani)

Ujian Allah Atas Hamba-Nya

Berkata Abu Umamah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: ”Allah telah berfirman:

Wahai Malaikat-ku. Pergilah kepada hamba-Ku, dan timpakan ke atasnya bala”

Maka para Malaikat pun menimpakan bala ke atasnya dan orang itu memuji Allah. Para Malaikat lalu kembali mengatakan, ”Wahai Tuhan kami! Kami telah menimpakan atasnya sebagaimana yang Engkau perintahkan.

Berfirman Tuhan: ”Kembali semula kepadanya, Aku ingin mendengar apa katanya”. (HR. Thabrani)